BAB II WAWASAN NUSANTARA

A.Wawasan Nasional Suatu Bangsa

Suatu bangsa meyakini bahwa kebenaran yang hakiki atau kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang datang dari Tuhan Yang Maha Esa pencipta alam semesta. Manusia memiliki kelebihan dari makhluk lainnya melalui akal pikiran dan budi nuraninya. Namun kemampuannya terbatas sehingga manusia yang satu dan yang lainnya tidak memiliki kemampuan yang sama.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,keanekaragaman tersebut memerlukan perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu memelihara keutuhan negaranya.
Pemerintah dan rakyat memerlukan suatu konsepsi berupa wawasan nasional untuk menyelenggarakan kehidupannya. Wawasan ini dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup,keutuhan wilayah serta jati diri bangsa. Kata “wawasan” itu sendiri berasal dari wawas (bahasa jawa) yang artinya melihat atau memandang. Dengan penambahan akhiran “an” kata ini secara harfiah berarti : cara penglihatan atau cara tinjau atau cara pandang.
Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan,satu bangsa perlu memperhatikan tiga faktor utama :
1.Bumi atau ruang di mana bangsa itu hidup
2.Jiwa,tekad,dan semangat manusianya atau rakyatnya
3.Lingkungan sekitarnya.
Dengan demikian,wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung ( melalui interaksi dan interrelasi ) dan dalam pembangunannya di lingkungan nasional ( termasuk likal dan propinsional ), regional, serta global.

B.Teori-teori Kekuasaan

1.Paham-paham Kekuasaan
a.Paham Machiavelli (Abad XVII)
Gerakan pembaharuan (renaissance ) yang dipicu oleh masuknya ajaran islam di eropa barat sekitar abad VII telah membuka dan mengembangkan cara pandang bangsa-bangsa eropa barat sehingga menghasilkan peradaban barat modern seperti sekarang.
Menurut Machiavelli, sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil berikut :
•Segala cara di halalkan dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan
•Untuk menjaga kekuasaan rezim,politik adu domba (divide et impera) adalah sah
•Dalam dunia politik (yang disamakan dengan kehidupan binatang buas),yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.

b.Paham Kaisar Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
Kaisar napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang, selain penganut yang baik dari Machiavelli. Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depan merupakan perang total yang mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional. Dia berpendapat bahwa kekuatan politik harus didampingi oleh kekuatan logistik dan ekonomi nasional.

c.Paham Jenderal Clausewitz (abad XVIII)
Pada era napoleon,Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara napoleon dari negaranya sampai ke Rusia. Sebagaimana kita ketahui,invasi tentara napoleon pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis. Menurut Clausewitz,perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Baginya peperangan adalah sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa.

d.Paham Feurbach dan Hegel
Paham materialisme Feuerbach dan teori sintesis Hegel menimbulkan dua aliran besar barat yang berkembang di dunia,yaitu kapitalisme di satu pihak dan komunisme di pihak lain. Pada abad XVII paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang liberalisme sedang marak. Paham ini memicu nafsu kolonialisme negara Eropa Barat dalam mencari emas ketempat lain. Inilah yang memotivasi Columbus untuk mencari daerah baru,kemudian Magellen dan lain-lainnya.

e.Paham Lenin (abad XIX)
Lenin telah memodifikasi paham Clausewitz. Menurutnya, perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Bagi Leninisme/komunisme,perang atau pertumpahan darah atau revolusi di seluruh dunia adalah sah dalam kerangka mengkominikasikan seluruh bangsa di dunia. Sejarah selanjutnya menunjukkan bahwa paham komunisme ternyata berakhir secara tragis seperti runtuhnya Uni Soviet.

f.Paham Lucian W.Pye dan Sidney
Para ahli tersebut menjelaskan adanya unsur-unsur subyektivitas dan psikologis dalam tatanan dinamika kehidupan politik suatu bangsa. Kemampuan suatu sistem tersebut berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan. Dengan demikian proyeksi eksistensi kebudayaan politik tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi-kondisi obyektif tetapi juga subyektif dan psikologis.

2.Teori-Teori Geopolitik
Geopolitik berasal dari kata “geo” atau bumi dan politik yang berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.
Pendapat dari pakar-pakar Geopolitik :
a.Pandangan Ajaran Frederich Ratzel
•Dalam hal-hal tertentu pertumbuhan negara dapat dianalogikan dengan pertumbuhan organisme yang memerlukan ruang lingkup,melalui proses lahir,tumbuh,berkembang,mempertahankan hidup,menyusut,dan mati.
•Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan.
•Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam.
•Semakin tinggi budaya suatu bangsa,semakin besar kebutuhannya akan sumber daya alam.

b.Pandangan Ajaran Rudolf Kjellen
Prinsip dasar,esensi ajaran Kjellen adalah :
•Negara merupakan satuan biologis,suatu organisme hidup yang memiliki intelektual.
•Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan yang meliputi bidang-bidang : geopolitik,ekonomi politik,demo politik,sosial politik dan krato politik (politik memerintah )
•Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar. Ia harus mampu berswasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasionalnya.

c.Pandangan Ajaran Karl Haushofer
Pokok-pokok teori Haushofer yaitu :
•Kekuasaan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasaan imperium maritimuntuk menguasai pengawasan di laut.
•Beberapa negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai Eropa,Afrika,Asia Barat (Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia Timur Raya.
•Rumusan ajaran Haushofer lainnya adalah sebagai berikut : Geopolitik adalah doktrin yang menitikberatkan soal-aoal strategi perbatasan. Geopolitik adalah landasan bagi tindakan politik dalam perjuangan mendapatkan ruang hidup.

d.Pandangan Ajaran Sir Halford Mackinder
Teori ahli geopolitik ini pada dasarnya menganut “konsep kekuatan” dan mencetuskan Wawasan Benua, yaitu konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan : barang siapa dapat menguasai “daerah jantung”,yaitu Eurasia (Eropa dan Asia),ia akan dapat mengusai “pulau dunia”,yaitu Eropa, Asia, dan Afrika.selanjutnya barang siapa menguasai pulau dunia akhirnya dapat menguasai dunia.

e.Pandangan Ajaran Sir Walter Raleigh dan Alfred Theyr Mahan
Ajarannya mengatakan bahwa barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan”. Menguasai perdagangan berarti menguasai “kekayaan dunia” sehingga pada akhirnya menguasai dunia.

f.Pandangan Ajaran W.Mitchel, A Saversky, Giulio Douhet,dan John Frederik Charles Fuller
Mereka melahirkan teori “Wawasan Dirgantara” yaitu konsep kekuatan di udara. Kekuatan di udara hendaknya mempunyai daya yang dapat diandalkan untuk menangkis ancaman dan melumpuhkan kekuatan lawan dengan menghancurkannya di kandangnya sendiri agar lawan tidak mampu lagi menyerang.

g.Ajaran Nicholas J.Spykman
Ajaran ini menghasilkan teori yang dinamakan Teori Daerah Batas (rimland),yaitu teori wawasan kombinasi yang menggabungkan kekuatan darat,laut,dan udara. Dalam pelaksanaannya,teori ini desesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.

C.Ajaran Wawasan Nasional Indonesia

1.Paham Kekuasaan Bangsa Indonesia
Ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa :ideologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik nasional,dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia dengan segala aspek kehidupan nasionalnya. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa dan negaranya di tengah-tengah perkembangan dunia.

2.Geopolitik Indonesia
Pemahaman tentang kekuatan dan kekuasaan yang dikembangkan di Indonesia didasarkan pada pemahaman tentang paham perang dan damai serta disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia.

3.Dasar Pemikiran Wawasan Nasional Indonesia
Wawasan nasional Indonesia dibentuk dan di jiwai oleh pemahamankekuasaan bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila dan oleh pandangan geopolitik berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Pembahasan latar belakang filosofis sebagai dasar pemikiran pembinaan dan pengembangan wawasan nasional Indonesia ditinjau dari :
a.Latar belakang pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila
b.Latar belakang pemikiran aspek Kewilayahan Nusantara
c.Latar belakang pemikiran aspek Sosial Budaya Bangsa Indonesia
d.Latar belakang pemikiran aspek Kesejarahan Bangsa Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s